Kawasan Jalan Asia Afrika Bandung Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO, Pemkot Siapkan Revitalisasi Besar-besaran

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Pemkot Bandung akan menggelar rangkaian Festival Konferensi Asia Afrika mulai 24 April hingga 12 Juli 2026. Berbagai kegiatan budaya, pameran sejarah, hingga agenda edukasi akan digelar secara berkelanjutan.

Farhan menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan itu nantinya akan menjadi bagian dari laporan yang disampaikan kepada UNESCO sebagai bentuk penguatan nilai historis kawasan Jalan Asia Afrika.

Ia menambahkan, program yang diawali oleh Kementerian Kebudayaan melalui pameran foto dan peluncuran buku dokumentasi Konferensi Asia Afrika menjadi bagian penting dalam pengajuan tersebut.

Dalam proses pengusulan itu, Pemkot Bandung juga mendapat dukungan dari Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Farhan menyebut Fadli Zon bahkan berencana membuka koleksi foto Konferensi Asia Afrika miliknya menjadi domain publik agar dapat diakses masyarakat luas.

Selain penguatan aktivitas budaya, Pemerintah Kota Bandung juga menyiapkan penataan infrastruktur di kawasan Jalan Asia Afrika. Revitalisasi akan dilakukan secara menyeluruh untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus menjaga nilai historis kawasan.

Penataan tersebut meliputi perbaikan jalan, pembangunan trotoar ramah disabilitas, hingga revitalisasi gedung-gedung bersejarah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Moxy Bandung Luncurkan UCollect Box, Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Berkelanjutan

“Kami juga menyiapkan penataan infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan, trotoar ramah disabilitas hingga revitalisasi gedung bersejarah,” ujar Farhan.