Pemkot Bandung Soroti Krisis Sampah Plastik, 300 Ton Diangkut dari Sungai Setiap Hari Saat Lebaran 2026

Krisis Sampah Bandung Makin Mengkhawatirkan

BeritaBandungRaya.com – Pemerintah Kota Bandung mengungkap fakta mengejutkan terkait krisis sampah yang semakin kompleks. Selama periode libur Lebaran 2026, sekitar 300 ton sampah plastik diangkut setiap hari dari aliran sungai di wilayah Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa persoalan sampah kini tidak lagi sekadar isu kebersihan, melainkan telah menjadi tantangan besar yang membutuhkan perubahan pola pikir masyarakat secara menyeluruh.

Lonjakan volume sampah ini menjadi sinyal darurat yang menunjukkan bahwa pendekatan lama dalam pengelolaan sampah tidak lagi efektif.

BACA JUGA: Penanganan Banjir Gedebage Bandung Dikebut, Pemkot Siapkan Solusi Jangka Panjang dan Bantuan Darurat

Sampah Jadi Konsekuensi Gaya Hidup Modern

Menurut Farhan, masyarakat modern tidak bisa lepas dari produksi sampah. Oleh karena itu, peningkatan konsumsi akan selalu diikuti peningkatan limbah.

Namun demikian, ia menekankan bahwa masyarakat perlu membangun cara pandang baru. Sampah tidak bisa hilang secara instan, sehingga masyarakat harus belajar mengelolanya dengan bijak.

“Yang perlu dibangun adalah cara hidup berdampingan dengan sampah,” tegasnya.

Dengan kata lain, pendekatan pengelolaan harus beralih dari sekadar membuang menjadi sistem berkelanjutan.

300 Ton Sampah per Hari Perlihatkan Kondisi Darurat

Data selama Lebaran 2026 memperlihatkan kondisi yang mengkhawatirkan. Setiap hari, petugas harus mengangkut ratusan ton sampah plastik dari sungai.

Lebih lanjut, angka ini mencerminkan dua hal utama: