Tumpukan Sampah 4 Meter di Bandung, Kuota TPA Jadi Penyebab Utama

BeritaBandungRaya.com – Tumpukan sampah setinggi sekitar empat meter di kawasan Jalan Makam Caringin Porib, Bandung, menjadi sorotan publik setelah sempat menggunung sejak jelang Lebaran 2026.

Kondisi ini dipicu oleh tersendatnya sistem pengangkutan sampah akibat keterbatasan kuota pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kuota TPA Jadi Kendala Utama

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Darto, menjelaskan bahwa pengangkutan sampah di wilayah Bandung Raya dibatasi oleh kuota yang berlaku setiap dua minggu.

BACA JUGA: 6 Wisata Alam di Bandung Terbaik untuk Libur Panjang, Cocok Melepas Penat

Kuota tersebut telah habis pada Jumat, sehingga aktivitas pengangkutan sempat terhenti selama akhir pekan.

Akibatnya, sejak Jumat hingga Minggu, sejumlah titik penumpukan sampah tidak tertangani secara optimal, termasuk di kawasan Caringin.

Pengangkutan Kembali Normal

DLH memastikan bahwa sejak Senin, aktivitas pengangkutan sampah telah kembali berjalan normal.

Sampah yang sebelumnya menumpuk kini mulai diangkut secara bertahap, meski masih membutuhkan waktu untuk penanganan secara menyeluruh.

Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi penumpukan serupa dalam waktu dekat.

Wali Kota Turun Tangan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan akan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi tersebut.

Ia menekankan bahwa persoalan sampah harus ditangani secara komprehensif, tidak hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA.

Dorong Pengolahan Sampah dari Hulu

Menurut Farhan, keterbatasan kuota menjadi indikator bahwa sistem lama sudah tidak lagi efektif.

Pemerintah Kota Bandung berencana mengubah pola pengelolaan sampah dengan fokus pada pengolahan dari sumbernya atau hulu.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti sebagai tempat pembuangan akhir.