- Tingginya produksi sampah masyarakat
- Rendahnya kesadaran dalam pengelolaan limbah
Akibatnya, Bandung kini menghadapi krisis sampah yang sudah masuk level darurat.
Kolaborasi dan Teknologi Jadi Solusi
Menghadapi situasi ini, Pemkot Bandung mulai bergerak cepat. Pemerintah menggandeng sektor swasta dan investor untuk mencari solusi konkret.
Selain itu, Farhan menyebut bahwa pengelolaan sampah kini telah masuk kategori industri. Artinya, kota membutuhkan teknologi modern dan investasi besar.
Beberapa langkah yang didorong antara lain:
- Pengembangan teknologi daur ulang
- Penerapan sistem pengolahan terintegrasi
- Keterlibatan investor dalam industri limbah
- Edukasi masyarakat secara masif
Dengan demikian, solusi tidak lagi bersifat lokal, tetapi harus terstruktur dan berkelanjutan.
Pengolahan Sampah Harus Naik Kelas
Pengolahan sampah plastik tidak bisa dilakukan secara sederhana. Sebaliknya, prosesnya membutuhkan tahapan kompleks, termasuk pembersihan dan pemilahan.
Jika tidak dikelola dengan benar, sampah justru dapat menimbulkan masalah lingkungan baru. Oleh sebab itu, Bandung harus menerapkan pendekatan industri.
Apalagi, volume sampah yang mencapai ratusan ton per hari menuntut sistem yang jauh lebih modern dan efisien.
Perubahan Mindset Jadi Kunci Utama
Pada akhirnya, Farhan menegaskan bahwa solusi utama tetap bergantung pada masyarakat. Tanpa perubahan pola pikir, berbagai program tidak akan berjalan maksimal.
Karena itu, masyarakat perlu mulai:












