BeritaBandungRaya.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengeluarkan imbauan kepada para pedagang dan pemilik kedai di kawasan wisata Ciwidey hingga Pangalengan, Kabupaten Bandung, agar tidak lagi menjual kopi sachet di area wisata. Sebagai gantinya, para pelaku usaha diminta mengutamakan kopi bubuk lokal hasil produksi petani Bandung.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat identitas wisata lokal sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM dan petani kopi di wilayah Bandung Selatan.
Dedi Mulyadi menilai penjualan kopi sachet di daerah penghasil kopi berkualitas justru menjadi ironi. Menurutnya, wisatawan yang datang ke kawasan wisata unggulan Jawa Barat seharusnya bisa menikmati cita rasa kopi asli daerah setempat.
“Kita jangan bikin ironi. Di satu sisi kita teriak Bandung itu penghasil kopi terbaik, tapi orang mau minum kopi Bandung itu tidak didapatkan,” ujar Dedi.
Ia meminta kios-kios kopi di kawasan wisata Ciwidey dan Pangalengan mulai beralih menjual kopi bubuk asli Bandung dibandingkan kopi instan kemasan.
Menurut Dedi, penggunaan produk lokal akan menciptakan ciri khas destinasi wisata yang lebih kuat. Ia mencontohkan popularitas teh khas Ciwidey, teh Pangalengan, hingga teh Malabar yang sudah dikenal luas oleh wisatawan.
Tak hanya meningkatkan pengalaman wisata, kebijakan larangan kopi sachet di tempat wisata juga diyakini mampu menggerakkan perekonomian warga lokal. Produk kopi dari petani sekitar dinilai memiliki nilai jual lebih tinggi dan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.










