Larangan Kopi Sachet di Tempat Wisata Ciwidey-Pangalengan, Dedi Mulyadi Dorong Kedai Sajikan Kopi Lokal Bandung

“Ketika berkunjung ke situ, minum kopi rasanya beda, minum teh wanginya beda. Jadi kita harus bisa mengikat orang untuk datang,” katanya.

Selain menyoroti penggunaan kopi lokal, Dedi juga meminta para pedagang kaki lima dan pelaku UMKM di kawasan wisata menjaga kerapihan tempat usaha. Ia mengingatkan agar pedagang mengurangi penggunaan plastik dan menggunakan saung atau lapak yang tertata baik.

Menurutnya, konsep wisata berbasis produk lokal harus dibangun secara menyeluruh agar masyarakat sekitar dapat terlibat langsung dalam industri pariwisata.

“Pedagang jangan pakai plastik sembarangan, gunakan saung yang rapi, dan yang dijual harus produk lokal seperti kopi Bandung dan gula aren, bukan kopi sachet,” ujar Dedi saat memberikan keterangan di Bandung pada 23 April 2026.

Baca Juga: 5 Link Nonton Ghost in the Cell di Bioskop: Film Horor Komedi dengan Cerita Penjara Penuh Teror Misterius

Imbauan larangan penjualan kopi sachet di tempat wisata tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun identitas wisata berbasis produk lokal sekaligus memperkuat sektor UMKM di daerah wisata Ciwidey dan Pangalengan.***