Dalam pendidikan kulinernya, Chef Dani mengawali pembelajaran dari teknik dasar masakan Western atau Eropa. Ia mempelajari teknik memasak, pembuatan saus, penggunaan alat dapur, hingga pengolahan makanan khas Barat.
Namun, perjalanan karier di berbagai hotel membuatnya semakin banyak belajar berbagai jenis masakan, termasuk kuliner Nusantara yang kini menjadi fokus utamanya.
“Karena sering pindah hotel dan tuntutan pekerjaan, mau tidak mau harus siap belajar banyak jenis masakan,” katanya.
Menurut Chef Dani, alasan utama dirinya merasa cocok bergabung dengan Grand Pasundan Convention Hotel Bandung adalah konsep hotel yang mengusung budaya Pasundan dan kekuatan kuliner Sunda sebagai identitas utama hotel.
Ia menilai masakan Nusantara kini memiliki daya tarik besar dan mampu menjadi signature tersendiri di industri hospitality.
“Masakan Nusantara sekarang jadi acuan signature tersendiri. Itu yang membuat saya cocok dengan konsep Grand Pasundan yang mengangkat khas Sunda,” ungkapnya.
Di bawah kepemimpinannya, pengembangan kuliner di Grand Pasundan Convention Hotel Bandung difokuskan untuk memperkuat cita rasa Nusantara dan masakan Sunda. Dani mengaku mendapat dukungan penuh dari manajemen hotel untuk mengeksplorasi berbagai inovasi menu dan promosi kuliner.
Selain fokus pada kualitas makanan, Chef Dani juga dikenal aktif berinteraksi langsung dengan tamu hotel. Ia rutin menyapa pelanggan untuk mendengar masukan terkait menu makanan maupun pelayanan yang diberikan hotel.













