Langkah ini dilakukan agar bantuan tidak hanya terpusat di lokasi pengungsian yang mudah dijangkau, tetapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat yang berada di titik-titik pengungsian mandiri.
“Pada tahap berikutnya, kami juga ingin memberikan perhatian kepada anak-anak. Mereka tidak hanya membutuhkan makanan dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ruang untuk memulihkan rasa aman dan keceriaan mereka. Karena itu, trauma healing menjadi salah satu rencana yang akan kami dorong dalam respons Rumah Yatim di NTT,” jelas Sani.***












