BeritaBandungRaya.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membuka kemungkinan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu sumber suara dentuman yang dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah Jawa Barat pada 4-5 September 2026.
Dugaan tersebut muncul karena waktu terjadinya dentuman berdekatan dengan aktivitas vulkanik Anak Krakatau yang mengalami erupsi sejak Jumat (4/9/2026) malam.
Namun, PVMBG menegaskan kemungkinan adanya hubungan itu belum dapat dianggap sebagai kesimpulan pasti mengenai sumber dentuman.
Kepala PVMBG Badan Geologi, SS Rita Susilawati, mengatakan lembaganya membandingkan fenomena terbaru dengan sejumlah kejadian erupsi gunung api di masa lalu.
Salah satunya adalah aktivitas Gunung Anak Krakatau pada April 2020.
Saat itu, suara dentuman juga dilaporkan terdengar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Menurut Rita, hasil pencocokan waktu menunjukkan laporan dentuman pada kejadian tersebut berkaitan dengan periode erupsi Anak Krakatau pada 10 April 2020 sekitar pukul 21.58 WIB dan 22.35 WIB.
Pada waktu yang sama, pemantauan BMKG ketika itu tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa tektonik signifikan di Jawa Barat, DKI Jakarta maupun Banten yang dapat menjelaskan asal suara tersebut.
“Kami mencoba untuk melakukan pencocokan waktu di tahun 2020 tersebut. Itu memang berkesesuaian dengan erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Rita dalam jumpa pers, Sabtu (5/9/2026). Meski terdapat kesesuaian waktu, Rita mengatakan korelasi tersebut belum otomatis membuktikan bahwa dentuman pasti berasal dari erupsi gunung api.













1 komentar
Komentar ditutup.