Marak Keracunan Massal, BGN Siapkan Sistem Evaluasi MBG Berbasis NIK, Kondisi Gizi Anak Bisa Dipantau

BeritaBandungRaya.com – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mendorong perubahan dalam cara mengukur keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut tidak lagi hanya dinilai dari jumlah makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat, tetapi juga dari dampaknya terhadap kondisi gizi anak.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pemerintah ingin memastikan program MBG memberikan manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, data penerima manfaat akan diintegrasikan dengan data dari kementerian dan lembaga terkait.

Salah satu instrumen yang akan digunakan adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK). Melalui identitas tersebut, perkembangan kondisi gizi setiap anak dapat dipantau setelah mengikuti program MBG dalam periode tertentu.

“Output dan impact yang kita inginkan adalah si A yang ber-NIK ini, yang sekolah di SD ini, itu kemudian setelah diberikan MBG selama sekian bulan, di catatan sistemnya Kementerian Kesehatan bisa kita tarik datanya sehingga kita bisa tahu perkembangan gizinya,” ujar Sudaryono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Sudaryono, pendekatan berbasis data diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui secara lebih jelas apakah program MBG benar-benar membawa perubahan terhadap kondisi penerima manfaat.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Persib Bandung di Super League 2026/2027: Lawan PSM di Laga Perdana, Hadapi Persija 2 Kali

Misalnya, pemerintah dapat melihat perkembangan anak yang sebelumnya mengalami kekurangan berat badan atau kondisi tubuh yang belum ideal. Data tersebut kemudian dapat dibandingkan setelah anak menerima makanan bergizi selama beberapa bulan.