Menurut Prima, laporan dari keluarga menjadi bagian penting dalam proses pencocokan identitas korban. RS Polri menerima 10 kantong jenazah sejak dini hari usai kecelakaan terjadi.
“Seluruh jenazah masih dalam proses identifikasi. Kami terus melakukan rekonsiliasi data agar identitas korban dapat segera dipastikan,” kata Prima.
Ia menjelaskan seluruh jenazah yang diterima di RS Polri diketahui berjenis kelamin perempuan. Identifikasi dilakukan dengan membandingkan data ante mortem dari keluarga korban dengan hasil pemeriksaan post mortem tim forensik.
Pihak RS Polri juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur untuk segera mendatangi Posko Ante Mortem di RS Polri Kramat Jati.
Sementara itu, dampak kecelakaan maut tersebut turut mengganggu operasional perjalanan kereta api di lintas Jakarta-Bandung. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang yang terdampak pembatalan perjalanan.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo menyebut sejumlah perjalanan KA Parahyangan terpaksa dibatalkan akibat gangguan operasional pascakecelakaan di wilayah Bekasi Timur.
“KAI Daop 2 Bandung menyampaikan turut berduka cita atas insiden operasional yang terjadi di wilayah Bekasi Timur. Kami juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan yang terdampak gangguan perjalanan,” ujar Kuswardojo.











