Bahlil Blak-blakan Harga BBM Non Subsidi Naik Tajam: Ikuti Mekanisme Pasar Global

“Pengaturan harga oleh pemerintah difokuskan pada BBM subsidi. Untuk kebutuhan industri dan masyarakat mampu, harganya mengikuti mekanisme pasar,” jelasnya.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) telah resmi menaikkan harga sejumlah BBM non subsidi secara signifikan. Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter.

Kenaikan lebih tajam terjadi pada Dexlite yang kini dibanderol Rp23.600 per liter, naik dari Rp14.200 per liter. Adapun Pertamina Dex juga mengalami lonjakan harga menjadi Rp23.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter.

Penyesuaian harga ini juga terjadi di berbagai provinsi lain di Indonesia, mengikuti tren yang sama.

Di sisi lain, Pertamina masih mempertahankan harga beberapa jenis BBM lainnya. Pertamax (RON 92) tetap dijual Rp12.300 per liter dan Pertamax Green di angka Rp12.900 per liter.

Untuk BBM subsidi, harga Pertalite masih berada di Rp10.000 per liter, sementara Bio Solar tetap Rp6.800 per liter.

Baca Juga: Jusuf Kalla Murka soal Tuduhan Dana Ijazah Jokowi: Kasih Tahu Semua Termul, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya

Kenaikan tajam BBM non subsidi ini diperkirakan akan berdampak pada biaya operasional sektor industri dan logistik. Namun pemerintah menilai kebijakan tersebut tetap diperlukan guna menjaga keseimbangan fiskal serta mengikuti kondisi pasar energi global.***