Sorotan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebelumnya juga menyoroti buruknya pengaturan lampu lalu lintas di Bandung.
Ia menilai sistem yang ada saat ini tidak terkoordinasi dengan baik dan masih banyak yang dioperasikan secara manual.
Menurutnya, sebagai kota besar, Bandung seharusnya sudah memiliki sistem lalu lintas yang terintegrasi dan mampu merespons kondisi jalan secara langsung.
BACA JUGA: Penanganan Banjir Gedebage Bandung Dikebut, Pemkot Siapkan Solusi Jangka Panjang dan Bantuan Darurat
Menuju Sistem Lalu Lintas Terintegrasi
Selain penggunaan AI, integrasi antar lampu lalu lintas juga menjadi fokus pembenahan. Sistem yang saling terhubung akan membuat pengaturan arus kendaraan lebih efektif dan efisien.
Tidak hanya itu, evaluasi juga dilakukan untuk menentukan apakah semua titik memang membutuhkan lampu lalu lintas.
Di beberapa kawasan dengan volume kendaraan rendah, keberadaan lampu merah justru dinilai dapat menghambat kelancaran arus.
Dorongan Menuju Smart City Bandung
Rencana penerapan AI dalam sistem lalu lintas ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan konsep smart city di Bandung.
Dengan teknologi yang lebih canggih, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, efisien, dan terukur.
Langkah Pemkot Bandung mengadopsi teknologi AI dalam sistem lampu lalu lintas menjadi solusi strategis untuk mengatasi kemacetan yang semakin kompleks.
Jika diterapkan secara optimal dan terintegrasi, sistem ini tidak hanya meningkatkan kelancaran lalu lintas, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam transformasi Bandung sebagai kota berbasis teknologi.***












