BGN Dorong Kampus Miliki SPPG, Jadi Motor Program Makan Bergizi Gratis

BGN Dorong Kampus Miliki SPPG, Jadi Motor Program Makan Bergizi Gratis

Mahasiswa Bisa Terlibat Langsung

Keberadaan SPPG di kampus juga membuka peluang integrasi antara kegiatan akademik dan praktik lapangan. Mahasiswa dapat terlibat langsung dalam pengelolaan pertanian, peternakan, hingga distribusi pangan.

Selain itu, SPPG dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium untuk riset dan inovasi, mulai dari teknologi pertanian, pengolahan pangan, hingga manajemen rantai pasok.

Di Universitas Hasanuddin, misalnya, SPPG sudah terintegrasi dengan berbagai program studi seperti Gizi, Kedokteran, Agribisnis, Peternakan, hingga Spesialis Anak.

“Teknologi, SDM, dan inovasi yang dimiliki perguruan tinggi akan sangat bermanfaat untuk program makan bergizi, mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, hingga pelatihan teknis,” katanya.

BACA JUGA: Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Dibatalkan, Dedi Mulyadi Tegaskan Lalu Lintas Tetap Normal

Dorong Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan

Lebih lanjut, Dadan menilai keberadaan SPPG dapat menciptakan kolaborasi antara berbagai sektor, mulai dari petani, peternak, kampus, hingga pelaku UMKM.

SPPG berpotensi menjadi offtaker utama bagi produk lokal sehingga mampu memperkuat ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

“SPPG ini menjadi offtaker terdepan bagi produk-produk lokal. Jadi, bukan hanya soal memberi makan, melainkan juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan konsep tersebut, program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian pangan dan ekonomi berbasis kampus di Indonesia.***