Ia juga menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi ini bertujuan meminimalkan interaksi langsung antara petugas dan masyarakat, sekaligus menekan potensi penyimpangan di lapangan.
Fokus Penindakan dan Edukasi
Polda Jawa Barat tetap menegaskan bahwa Operasi Patuh Lodaya 2026, ketika nantinya kembali digelar, akan menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kemacetan, kecelakaan, hingga meningkatkan angka fatalitas di jalan raya.
Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, menyebutkan bahwa fokus utama operasi tahun ini adalah optimalisasi penegakan hukum berbasis teknologi.
“Penegakan hukum elektronik akan dioptimalkan baik di ruas jalan tol maupun non-tol,” jelasnya.
Baca Juga: Carrier Anti Gravity 60L Jadi Produk Andalan Monte Equipment di IndoFest 2026
Target dan Sasaran Operasi
Adapun beberapa sasaran utama Operasi Patuh Lodaya 2026 meliputi:
– Mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas yang menyebabkan kemacetan
– Menindak pelanggaran secara lebih efektif
– Menekan angka kecelakaan lalu lintas
– Mengurangi tingkat fatalitas korban di jalan raya
– Titik Rawan Pelanggaran di Kota Bandung
Meski jadwal operasi ditunda, sejumlah titik di wilayah Kota Bandung tetap menjadi lokasi rawan pelanggaran dan kecelakaan, berdasarkan pola pengawasan sebelumnya. Di antaranya kawasan Jalan Asia Afrika, Buah Batu, Pajajaran, Soekarno Hatta, Dago, hingga wilayah Leuwi Panjang dan Cimahi.
Lokasi-lokasi tersebut kerap menjadi titik pengawasan karena tingginya aktivitas kendaraan dan potensi pelanggaran lalu lintas.












