PHK di Jawa Barat Capai 1.721 Pekerja pada Kuartal I 2026, Disnakertrans Ungkap Penyebab Utamanya!

“Kami memastikan adanya program-program stimulus dari pemerintah yang dapat membantu meringankan beban industri sehingga potensi PHK bisa ditekan,” katanya.

Ia mengungkapkan, lonjakan PHK di Jawa Barat dipengaruhi berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun kondisi global. Salah satu faktor eksternal yang disebut memberi dampak besar adalah konflik geopolitik internasional, termasuk perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat.

Menurutnya, konflik tersebut memicu kenaikan harga bahan bakar minyak, bahan baku plastik, serta sejumlah komoditas lainnya yang berdampak langsung pada biaya produksi industri.

Tak hanya itu, ketegangan global juga mempengaruhi pasar ekspor sejumlah produk manufaktur Indonesia, termasuk industri yang beroperasi di Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat sebagian perusahaan melakukan efisiensi, termasuk pengurangan tenaga kerja.

Baca Juga: 10 Jurusan Kuliah Paling Disesali Setelah Lulus, Jurnalisme Peringkat Pertama

Isu perlindungan pekerja dari ancaman PHK sendiri menjadi salah satu tuntutan utama buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 lalu. Kalangan pekerja menilai ketidakpastian ekonomi global dan domestik semakin memperbesar risiko kehilangan pekerjaan di berbagai sektor industri.

Pemerintah Jawa Barat berharap berbagai langkah perlindungan tenaga kerja dan dukungan terhadap dunia usaha dapat menekan angka PHK sekaligus menjaga stabilitas sektor industri di wilayah tersebut.***