Semangat tersebut menjadi alasan utama lahirnya Alaiya sebagai identitas baru yang memiliki makna “orang yang selalu percaya diri”. Ia cenderung memimpin dengan berwibawa dan selalu mencari petualangan. Ia sangat tertarik dengan kehidupan dan memiliki sifat mandiri.
Nama itu dipilih untuk mencerminkan harapan agar brand tersebut terus berkembang sekaligus memberi manfaat bagi lebih banyak perempuan Indonesia.
Namun, kiprah Ratri tidak hanya berhenti sebagai pelaku industri fashion. Ia juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap perkembangan UMKM, khususnya di Jawa Barat.
Menurut Ratri, pelaku UMKM membutuhkan lebih dari sekadar pelatihan bisnis. Mereka juga memerlukan lingkungan yang saling mendukung agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri.
Karena itu, ia mendorong lahirnya lebih banyak program mentoring yang mampu memperkuat mentalitas para pelaku usaha kecil agar berani naik kelas.
“Selain pelatihan teknis dan pemanfaatan teknologi, hal yang tidak kalah penting adalah pemberian motivasi serta suntikan semangat yang konsisten. Kita perlu bersama-sama mendorong UMKM skala kecil agar mereka memiliki mentalitas untuk bertumbuh, sehingga perlahan-lahan bisa naik kelas dan berkembang ke skala yang jauh lebih besar,” tambah Ratri.
Komitmen tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Ratri aktif mendukung berbagai kegiatan yang melibatkan UMKM dan brand lokal, termasuk keikutsertaan Alaiya dalam Bandung Shocking Sale Festival.
Melalui ajang tersebut, ia berharap semakin banyak masyarakat mengenal karya-karya fashion lokal yang mampu bersaing dari sisi kualitas maupun desain.













