Farhan mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki Pemkot Bandung, angka kriminalitas cenderung mengalami peningkatan ketika memasuki masa libur sekolah. Rata-rata kenaikannya mencapai sekitar 20 persen dibandingkan periode normal.
Ia menyebut kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena sebagian pelaku tindak kekerasan masih didominasi kalangan remaja. Bentuk kejahatan yang terjadi pun beragam, mulai dari tawuran, pencurian dengan kekerasan hingga aksi pembegalan.
“Yang paling mengkhawatirkan adalah banyak pelakunya masih remaja. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari tawuran, pembegalan, hingga pencurian dengan kekerasan. Intinya adalah tindak kekerasan,” ujarnya.
Untuk menekan angka kriminalitas, Pemkot Bandung juga menggencarkan kembali budaya ronda melalui Siskamling. Farhan menilai keamanan lingkungan tidak bisa sepenuhnya bergantung pada aparat kepolisian maupun pemerintah.
Sebagai bentuk komitmen, Farhan bersama jajaran Pemerintah Kota Bandung akan turun langsung melakukan patroli rutin setiap Minggu dini hari mulai pukul 02.00 WIB di sejumlah wilayah.
“Betul. Itu sebabnya saya bersama jajaran setiap hari Minggu akan melakukan operasi mulai jam 02.00 pagi untuk berkeliling,” katanya.
Menurut Farhan, penguatan Siskamling menjadi fondasi penting dalam membangun sistem keamanan berbasis masyarakat dengan mengusung semangat “warga jaga warga, warga jaga kota”.











