Dalam pemaparan lanjutan, Septian Hario Seto menyebut bahwa hasil survei menunjukkan dampak signifikan program MBG terhadap ekosistem ekonomi lokal.
Sebanyak 86,9 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat telah menggandeng pelaku UMKM. Rata-rata, setiap SPPG bekerja sama dengan tiga UMKM dalam rantai pasoknya.
Baca Juga: Persib Bandung Mau Boyong “Mesin Assist” Persita? Rayco Rodriguez Bikin Heboh Bursa Transfer!
Temuan ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya menyasar peningkatan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menciptakan efek ekonomi berlapis melalui penguatan usaha kecil dan menengah.
Selain program MBG, pertemuan juga membahas pengembangan digitalisasi pemerintahan berbasis kecerdasan buatan atau GovTech, serta kondisi makroekonomi nasional yang menjadi perhatian pemerintah.
Isu pertemuan ini menjadi sorotan publik di tengah meningkatnya spekulasi mengenai kemungkinan reshuffle kabinet. Namun, pemerintah sebelumnya telah menegaskan tidak ada rencana perombakan di jajaran menteri.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak ada agenda reshuffle, termasuk posisi Menteri Keuangan.
“Itu tidak ada, tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan. Berkali-kali juga sudah kami sampaikan tidak ada rencana reshuffle,” tegasnya.
Pertemuan Chatib Basri dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka lebih banyak membahas isu strategis ekonomi nasional dan program pemerintah, bukan soal pergantian kabinet sebagaimana yang ramai diperbincangkan.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir Para Legenda: Messi, Ronaldo hingga Neymar Siap Tutup Karier










