Baca Juga: Hilton Padalarang Bandung Resmi Dibuka, Hadirkan 218 Kamar dan Fasilitas Hospitality Kelas Dunia
Ia mengatakan, perkembangan media digital telah membuat masyarakat mendapatkan informasi dengan sangat cepat. Namun, kecepatan tersebut juga menghadirkan tantangan karena tidak semua informasi yang beredar di media sosial memiliki nilai positif atau sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Siti mendorong media massa menjalankan fungsi sebagai kurator informasi. Media diharapkan mampu memilih isu yang memiliki kepentingan publik sekaligus memberikan perspektif yang edukatif dan konstruktif bagi masyarakat.
Menurut dia, media seharusnya tidak hanya mempertimbangkan popularitas sebuah konten atau mengejar algoritma agar sebuah berita menjadi viral. Lebih dari itu, pemberitaan juga diharapkan mampu membawa pesan yang memperkuat nilai kebersamaan dan ketahanan keluarga.
“Jadi, jangan sampai hanya karena mengejar algoritma dan viral. Ada pesan-pesan kehidupan yang harus terus kita jaga,” tuturnya.
Media dan Ketahanan Keluarga
Siti menilai tantangan keluarga di Jawa Barat saat ini semakin kompleks. Persoalan ekonomi, kesehatan mental, perubahan sosial, hingga persoalan perlindungan anak dapat memengaruhi ketahanan keluarga apabila tidak ditangani secara bersama-sama.
Dalam kondisi tersebut, media dinilai dapat mengambil peran melalui pemberitaan yang memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keharmonisan keluarga.













