Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga, Media Didorong Jadi Mitra Strategis Perkuat Ketahanan Keluarga Jabar

Kondisi tersebut membuat literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga.

“Karena itu, media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga bertanggung jawab membangun literasi untuk memperkuat ketahanan keluarga di era digital,” kata Ari.

Menurutnya, informasi yang disampaikan media dapat membantu masyarakat memahami berbagai persoalan yang dihadapi keluarga. Media juga dapat menjadi jembatan edukasi agar masyarakat lebih kritis dalam memilah informasi yang beredar di ruang digital.

Sementara itu, Wakil Ketua KPID Jawa Barat Almadina Rakhmaniar menilai keluarga merupakan salah satu benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan di ruang digital.

Menurut Almadina, orang tua memiliki tanggung jawab penting untuk mendampingi anak ketika mengakses informasi dan berinteraksi di dunia digital. Pendampingan tersebut diperlukan agar anak dapat memahami sekaligus menyaring berbagai informasi yang mereka temui.

“Orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak menghadapi derasnya arus informasi di dunia digital,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Almadina juga memperkenalkan program storytelling yang dijalankan KPID Jawa Barat sebagai salah satu sarana edukasi literasi digital untuk anak usia dini.

Baca Juga: Teka-teki Pemain Baru, Persib Bandung Beri Kode Diumumkan Hari Ini!

Pendekatan tersebut dinilai penting karena pendidikan literasi digital tidak hanya dilakukan ketika anak sudah beranjak dewasa. Pemahaman mengenai penggunaan media dan informasi dapat diperkenalkan sejak usia dini dengan metode yang sesuai dengan perkembangan anak.

Kolaborasi Jadi Kunci

Siti Muntamah menegaskan, pembangunan ketahanan keluarga tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, akademisi, tenaga kesehatan, serta media.