TERUNGKAP! Alasan Kapolda Metro Jaya Kini Dipimpin Jenderal Bintang 3, Kapolri Sebut Arahan Langsung Presiden Prabowo

Sebelumnya, peningkatan level kepemimpinan lebih dulu terjadi di Kodam Jaya. Pada Maret 2026, Deddy Suryadi resmi naik pangkat dari Mayor Jenderal menjadi Letnan Jenderal.

Kondisi itu menjadikan Kodam Jaya sebagai satu-satunya komando daerah militer di Indonesia yang dipimpin perwira berpangkat Letjen. Kini, Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya sama-sama dipimpin jenderal bintang tiga.

Pengamat menilai langkah tersebut menunjukkan posisi strategis Jakarta sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan politik nasional yang membutuhkan penguatan koordinasi keamanan.

Sosok Asep Edi Suheri sendiri dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse dan penegakan hukum. Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 16 November 1972 itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.

Baca Juga: Head to Head PSM Makassar vs Persib Bandung di BRI Super League: Siapa Lebih Dominan?

Sepanjang kariernya, Asep pernah menangani berbagai kasus besar, mulai dari kejahatan siber, narkotika, hingga tindak kriminal lintas negara.

Sebelum menjabat Kapolda Metro Jaya pada 2025, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis seperti Kapolres Cirebon Kota pada 2011, Wakapolresta Bekasi Kota pada 2015, hingga Kapolresta Tangerang pada 2016.

Kariernya semakin menanjak saat bertugas di Bareskrim Polri. Ia pernah menjabat Wadirtipidter pada 2020, Dirtipidsiber pada 2021, dan Wakabareskrim Polri pada 2022.

Asep kemudian dipercaya memimpin Polda Metro Jaya melalui Surat Telegram Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025 menggantikan Karyoto yang dipromosikan menjadi Kabaharkam Polri.