Kemenkum Jemput Bola ke Kampus, Hasil Riset Mahasiswa Ditargetkan Jadi Aset Ekonomi

“Perlindungan hukum itu penting, namun yang lebih utama adalah bagaimana hasil riset dapat memberikan manfaat ekonomi,” katanya.

Ia bahkan menyebut Kementerian Hukum siap membantu promosi hasil inovasi mahasiswa dan akademisi agar bisa lebih dikenal industri maupun masyarakat luas.

Pemerintah Siapkan KUR Rp10 Triliun Berbasis HAKI

Dalam kesempatan tersebut, Supratman mengungkapkan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp10 triliun untuk mendukung pembiayaan riset dan inovasi berbasis kekayaan intelektual.

Skema ini memungkinkan HAKI dijadikan agunan pembiayaan bagi para inovator dan peneliti.

Menurutnya, Indonesia kini menjadi negara ke-15 di dunia yang menerapkan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual.

Baca Juga: Liburan Tanpa Rencana? Ubah yang Biasa Jadi Luar Biasa AMAYZING DEALS di Trans Studio Bandung, Tiket Mulai 80 Ribuan!

“Kebijakan ini diharapkan bisa menutup kesulitan yang selama ini dialami para periset dan inovator,” jelasnya.

Ia menambahkan dana tersebut berada di luar anggaran riset yang selama ini telah dialokasikan melalui kementerian terkait maupun Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Supratman juga menyoroti persaingan global di bidang kekayaan intelektual. Ia menyebut China saat ini menjadi negara dengan jumlah paten terbesar di dunia, termasuk di sektor kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Meski demikian, ia meminta civitas akademika Indonesia tidak berkecil hati dan terus meningkatkan budaya riset serta inovasi.

Rocky Gerung Dorong LPDP Biayai Inovasi Kampus

Pengamat politik Rocky Gerung menilai Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan biodiversitas yang sangat besar sehingga perlu diolah menjadi kekayaan intelektual bernilai ekonomi.