Kemenkum Jemput Bola ke Kampus, Hasil Riset Mahasiswa Ditargetkan Jadi Aset Ekonomi

Baca Juga: Liburan Tanpa Rencana? Ubah yang Biasa Jadi Luar Biasa AMAYZING DEALS di Trans Studio Bandung, Tiket Mulai 80 Ribuan!

Ia mendukung langkah Kementerian Hukum dalam mendorong perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya riset, paten, hingga bisnis berbasis inovasi.

“Negara harus hadir untuk merangsang kampus menjadi agen utama dalam mengubah riset menjadi paten dan paten menjadi bisnis,” ujar Rocky.

Ia juga mengusulkan agar dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) lebih banyak diarahkan untuk mendukung riset dan inovasi di kampus-kampus Indonesia.

Menurut Rocky, kampus yang mampu menghasilkan inovasi dan riset berkualitas perlu mendapat tambahan dukungan pendanaan agar ekosistem kekayaan intelektual nasional semakin berkembang.

ITB Ungkap Tantangan Hilirisasi Riset

Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Bandung, Tatacipta Dirgantara, mengungkapkan kampusnya kini tengah bertransformasi menjadi universitas generasi keempat yang fokus pada integrasi pendidikan, penelitian, inovasi, kewirausahaan, dan pengabdian masyarakat.

Menurutnya, kampus tidak bisa berjalan sendiri dalam menciptakan dampak besar bagi pembangunan nasional. Kolaborasi dengan pemerintah dan industri menjadi faktor penting dalam proses hilirisasi hasil riset.

Baca Juga: Hilang Dua Hari di Gunung Puntang, Mahasiswa ITB Ini Akhirnya Muncul dari Jalur Tak Terduga

Tatacipta menyebut ITB saat ini memiliki sekitar 1.400 dosen dan telah menghasilkan lebih dari 1.500 kekayaan intelektual. Namun, tidak semua inovasi berhasil menjadi aset ekonomi.