Ia menyebut Presiden Prabowo kemungkinan akan membentuk dewan pengawas untuk BGN. Dalam struktur tersebut, Nanik mengaku diminta menjadi ketua sehingga tetap dapat berkontribusi dalam mengawal kinerja BGN tanpa terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan lembaga.
“Presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya,” ujar Nanik.
Kabar mengenai pengunduran diri Nanik tersebut turut dikonfirmasi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.
Dirgayuza mengatakan Nanik telah berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN.
“Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” kata Dirgayuza.
Baca Juga: Hilton Padalarang Bandung Resmi Dibuka, Hadirkan 218 Kamar dan Fasilitas Hospitality Kelas Dunia
Dirgayuza juga menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah Nanik selama dipercaya memimpin BGN. Ia mengaku telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014 dan menilai kepeduliannya terhadap persoalan masyarakat tidak pernah berubah.
Menurut Dirgayuza, Nanik merupakan sosok yang tidak tinggal diam ketika melihat masyarakat menghadapi kesulitan maupun ketidakadilan. Sikap tersebut, kata dia, juga terlihat ketika Nanik dipercaya Presiden Prabowo untuk memimpin BGN.
“Ketika dipercaya Presiden memimpin BGN, hanya dalam satu setengah bulan, ia membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan,” ujar Dirgayuza.













