BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Banten serta di Laut Banda. Kondisi ini memicu terbentuknya daerah pertemuan angin (konvergensi) yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Tak hanya faktor global, kondisi lokal seperti labilitas atmosfer yang masih tinggi turut memperbesar peluang terjadinya hujan lebat, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
BMKG merinci sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dalam dua periode, yakni:
Periode 10–12 April 2026:
Sumatra Utara
Kepulauan Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
Baca Juga: Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen Super League 2025/2026 Usai Taklukkan Bali United 3-2
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Sulawesi Tengah
Maluku
Periode 13–16 April 2026:
Jawa Barat
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Papua Pegunungan
Selain hujan lebat, potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di beberapa wilayah seperti Sumatra Barat, Papua Barat, hingga Papua Barat Daya.
Sejumlah Wilayah Mulai Masuk Kemarau
Di sisi lain, beberapa wilayah Indonesia dilaporkan mulai memasuki musim kemarau lebih awal, di antaranya sebagian Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara dan Maluku. Sementara itu, wilayah seperti Jakarta diperkirakan baru akan memasuki musim kemarau pada awal Mei 2026.
Baca Juga: PERSIB vs Bali United 3-2: Maung Bandung Kokoh di Puncak Klasemen, Unggul 4 Poin dari Borneo FC
Imbauan Waspada Bencana Hidrometeorologi
Dengan masih tingginya potensi hujan lebat di Jawa Barat, masyarakat diimbau untuk tetap siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.












